Pertumbuhan tersebut terus berlanjut hingga 2025, dengan total produksi mencapai 13.200 ton dan pendapatan koperasi sebesar Rp42,49 miliar. Dari hasil tersebut, petani memperoleh rata-rata penghasilan bulanan sekitar Rp4 hingga Rp5,5 juta, di luar simpanan dan biaya operasional.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, kemitraan ini juga membawa perubahan signifikan dalam pola pengelolaan kebun. Para petani kini menerapkan praktik budidaya modern berbasis standar perusahaan, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan terencana, hingga perawatan tanaman yang sistematis.
Selain itu, tata kelola koperasi juga dikelola secara transparan, dengan pemisahan yang jelas antara pendapatan, biaya operasional, dan simpanan anggota. Hal ini memberikan kepastian penghasilan sekaligus memperkuat fondasi keuangan petani.
Dampak positif tersebut turut dirasakan dalam kehidupan sosial masyarakat. Perbaikan kualitas hunian, akses pendidikan anak, hingga peningkatan daya beli menjadi indikator nyata perubahan di tingkat desa.
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti konkret keberhasilan pola kemitraan yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, petani kini menjadi bagian integral dalam ekosistem industri sawit nasional.
“Petani tidak lagi hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi menjadi mitra strategis dalam rantai nilai industri kelapa sawit,” ujarnya.
Saat ini, PTPN IV PalmCo menjalin kemitraan dengan ribuan petani plasma di Provinsi Riau dengan total luas lahan mencapai sekitar 56.000 hektare. Pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari aspek teknis budidaya hingga penguatan kelembagaan koperasi.
Model kemitraan ini juga dilengkapi dengan skema perlindungan bagi petani. Apabila produksi berada di bawah standar nasional, perusahaan menyiapkan mekanisme mitigasi guna menjaga stabilitas pendapatan petani.
Keberhasilan KUD Gemah Ripah menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara BUMN dan petani mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sektor perkebunan nasional.(Adv)*
Komentar