Menurutnya, Korea Selatan sebenarnya telah memiliki berbagai kegiatan seni dan festival sejak dekade 1960-an. Namun, perkembangan yang lebih besar terjadi ketika berbagai unsur dalam ekosistem tersebut mulai berjalan secara lebih terintegrasi.
Artinya, pengalaman Korea Selatan dapat dilihat bukan semata-mata sebagai keberhasilan satu jenis musik, melainkan sebagai proses membangun ekosistem budaya yang mempertemukan talenta, industri, teknologi, pasar, komunitas, dan dukungan kelembagaan.
Lalu, Bagaimana dengan Indonesia?
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, jumlah penduduk yang besar, serta wilayah yang luas. Potensi tersebut tentu memberikan ruang yang besar bagi pengembangan industri kreatif dan ekonomi berbasis budaya.
Choi pun melihat peluang tersebut.
“Saya berharap Indonesia bisa maju dan mencapai keberhasilan melihat potensinya,” kata Choi.
Komentar