Seputar Publik / Opini

K-Pop Menguasai Dunia, Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia dari Kesuksesan Korea Selatan?

Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Hendry Ch Bangun: Hendry Ch Bangun: "Fenomena K-Pop berkembang menjadi kekuatan budaya dan industri global. Indonesia dengan kekayaan budaya dan jumlah penduduk yang besar dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan industri budaya dan kreatif yang berdaya saing internasional.

Indonesia kini memiliki ruang yang semakin besar untuk membicarakan hubungan antara kebudayaan dan ekonomi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sejumlah kesempatan pada 2026 juga menyampaikan gagasan bahwa kebudayaan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan industri budaya. Kementerian Kebudayaan, misalnya, memasukkan ekonomi budaya sebagai salah satu arah kebijakan serta mendorong pengembangan sektor musik, film, sastra, seni pertunjukan, dan seni rupa. 

Dalam konteks itu, kekayaan budaya Indonesia bukan hanya berkaitan dengan pelestarian warisan masa lalu, tetapi juga bagaimana kreativitas masyarakat dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.

Indonesia memiliki musik tradisional, tari, sastra, film, kuliner, fesyen, kerajinan, seni pertunjukan, hingga berbagai tradisi lokal yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Pertanyaannya kemudian bukan apakah Indonesia memiliki potensi?

Potensinya jelas ada.

Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi karya, diproduksi secara berkelanjutan, dikelola secara profesional, dipasarkan dengan memanfaatkan teknologi digital, dan mampu menjangkau pasar internasional tanpa kehilangan identitas budayanya.

Dari Identitas Budaya Menjadi Produk Global

Pengalaman K-Pop menunjukkan bahwa sebuah produk budaya dapat berkembang ketika kreativitas bertemu dengan manajemen, teknologi, komunitas, pasar, dan ekosistem pendukung.

Indonesia tidak harus meniru K-Pop secara mentah.

Yang lebih penting adalah mempelajari bagaimana Korea Selatan membangun ekosistemnya, kemudian mencari model yang sesuai dengan karakter dan kekayaan budaya Indonesia.

Dengan kekayaan budaya yang begitu besar, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan seni dan budaya sebagai bagian dari ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia.

Pada akhirnya, produk budaya bukan hanya mencerminkan keunggulan olah pikir dan olah rasa, tetapi juga berpotensi menjadi sumber nilai ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memperluas diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Pertanyaannya kini adalah: mampukah Indonesia mengubah kekayaan budaya yang melimpah menjadi ekosistem industri budaya yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu berbicara di panggung dunia?

* Penulis: Hendry Ch Bangun (FWK)

Tulis Komentar

Komentar