"Kami ingin mengubah perilaku masyarakat dengan fokus penyelesaian persoalan sampah langsung dari sumbernya. Kami ingin menggeser kebiasaan dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah secara mandiri di tingkat rumah tangga," ujarnya.
Ia menjelaskan, edukasi difokuskan pada pemilahan sampah sejak dari dapur ke dalam tiga kelompok utama, yakni organik, anorganik, dan residu. Selain itu, warga juga didorong memanfaatkan sampah organik melalui pengomposan skala rumah tangga sehingga jumlah sampah yang dikirim ke TPST dapat ditekan secara signifikan.
Meski demikian, Ramayanti mengakui bahwa keterbatasan lahan masih menjadi salah satu tantangan dalam penerapan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan permukiman.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kelurahan Kemanggisan bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah berharap partisipasi aktif masyarakat terus meningkat sehingga budaya memilah dan mengelola sampah dari rumah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif di DKI Jakarta.(*/hel)
Komentar