Beranda
Seputar Publik / Berita

Pemprov Banten Perluas Akses Layanan Kesehatan Lewat Program Banten Sehat, Warga Lebak dan Pandeglang Kini Lebih Mudah Berobat

Program Banten Sehat menghadirkan pemerataan layanan kesehatan melalui pengoperasian rumah sakit baru, penguatan tenaga medis, layanan spesialistik, serta Klinik Mobile untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, pesisir, dan kepulauan.
Gubernur Banten Andra Soni; Gubernur Banten Andra Soni; "Program Banten Sehat terus memperluas akses layanan kesehatan melalui RSUD baru, Klinik Mobile, serta penguatan tenaga medis demi menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan merata bagi masyarakat Banten.

Seputarpublik.com || BANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat pemerataan layanan kesehatan melalui program unggulan Banten Sehat. Program ini difokuskan untuk mengurangi kesenjangan akses pelayanan kesehatan antarwilayah melalui penguatan fasilitas kesehatan, rumah sakit rujukan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, serta perluasan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Sebelum program ini berjalan, masyarakat di wilayah selatan Banten, khususnya Kabupaten Lebak dan Pandeglang, harus menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk memperoleh layanan kesehatan lanjutan. Bahkan, sebagian warga di Kecamatan Cilograng, Bayah, dan Cibeber lebih memilih berobat ke rumah sakit di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, karena akses yang dinilai lebih dekat.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi melalui layanan yang berkualitas dan mudah dijangkau.


> "Pemerintah berkomitmen melindungi kesehatan masyarakat. Pembangunan kesehatan bukan hanya soal ketersediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana mewujudkan keadilan akses dan keberlanjutan layanan. Kami ingin seluruh masyarakat Banten memperoleh pelayanan kesehatan yang layak," ujar Andra Soni.

Sebagai bagian dari implementasi Program Banten Sehat, Pemprov Banten telah mengoperasikan dua rumah sakit baru sejak 2025, yakni RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan di Kabupaten Pandeglang dan RSUD Uwes Qorny Cilograng di Kabupaten Lebak.

Kehadiran kedua rumah sakit tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya pada kondisi darurat, layanan ibu dan anak, serta penanganan penyakit prioritas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Astuti, menjelaskan bahwa Program Banten Sehat dirancang secara menyeluruh, mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat, pengendalian tuberkulosis, penanganan penyakit tidak menular, distribusi obat, hingga pemenuhan tenaga kesehatan spesialis.


Didukung Ratusan Tenaga Medis dan Layanan Spesialistik

Untuk menunjang pelayanan, Pemprov Banten menempatkan ratusan tenaga medis di empat rumah sakit milik pemerintah provinsi.

Saat ini, RSUD Banten didukung 37 dokter umum, 43 dokter spesialis, dan 13 dokter subspesialis. Sementara RSUD Malingping diperkuat 8 dokter umum dan 26 dokter spesialis, RSUD Labuan memiliki 24 dokter umum dan 18 dokter spesialis, sedangkan RSUD Cilograng didukung 19 dokter umum dan 20 dokter spesialis.

Pemerintah Provinsi Banten juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi tenaga medis, seperti insentif, mess dokter, program penugasan khusus, serta kerja sama dengan institusi pendidikan untuk mendukung pengembangan dokter spesialis.

Selain itu, layanan kesehatan di setiap rumah sakit terus ditingkatkan. RSUD Banten kini memiliki 31 poliklinik dengan berbagai layanan unggulan, di antaranya bedah digestif, bedah onkologi, bedah vaskular, bedah anak, fertilitas reproduksi, neonatologi, jantung anak, ginjal hipertensi, layanan cath lab, hingga code stroke.

RSUD Malingping menyediakan 12 poliklinik dengan layanan unggulan kesehatan ibu, anak, dan neurologi. RSUD Cilograng dikembangkan sebagai pusat layanan geriatri bagi lansia, sedangkan RSUD Labuan berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Klinik Mobile Jangkau Daerah Terpencil

Selain memperkuat layanan di rumah sakit, Pemprov Banten juga mengoperasikan tiga unit Klinik Mobile untuk menjangkau wilayah terpencil, pesisir, dan kepulauan di Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang.

Setiap unit Klinik Mobile dilengkapi dokter umum, perawat, apoteker, alat USG, EKG, x-ray, laboratorium mini, serta layanan telemedicine yang terhubung dengan dokter spesialis. Seluruh layanan pemeriksaan maupun pemberian obat diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Masyarakat Apresiasi Program Banten Sehat

Program Banten Sehat mendapat respons positif dari masyarakat.

Ketua Adat Kesepuhan Neglasari, Kecamatan Cilograng, Abah Omik, menilai keberadaan RSUD Cilograng telah memangkas waktu tempuh warga yang sebelumnya harus menuju Pelabuhanratu atau RSUD Malingping saat membutuhkan pelayanan darurat.

Meski demikian, ia berharap pemerintah terus melengkapi fasilitas poliklinik agar pelayanan semakin optimal.

Hal senada disampaikan Aldi Kusuma, warga Desa Babadsari, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Ia mengaku kini akses menuju layanan kesehatan menjadi jauh lebih mudah.

> "Sekarang hanya sekitar lima menit menuju RSUD Labuan. Pelayanannya ramah dan responsnya cepat. Harapan kami, kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) bisa diperluas karena sering penuh," ujarnya.

Melalui Program Banten Sehat, Pemprov Banten menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin merata, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat hingga ke wilayah terpencil. (Adv)*