Fadli juga mencatat lonjakan penyerapan gabah oleh BULOG hingga 30 Maret 2025 yang telah menembus 725.000 ton setara beras—angka tertinggi dalam satu dekade. HKTI menyambut capaian ini sebagai langkah besar menuju kedaulatan pangan dan mengapresiasi sinergi yang terjadi.
“HKTI mendukung BULOG terus meningkatkan penyerapan gabah petani,” katanya.
Distribusi pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran juga mendapat sorotan positif dari HKTI. Selama ini, kelangkaan pupuk sering menghambat musim tanam.
“Petani juga semakin mudah mendapatkan pupuk bersubsidi yang ketersediaannya tepat jumlah, tepat harga dan tepat waktu,” kata Fadli. Ia menambahkan, HKTI siap ikut mengawasi distribusi agar tidak terjadi penyimpangan.
Fadli menegaskan pentingnya keberimbangan antara insentif input seperti pupuk dan modal, serta insentif output berupa harga dan penyerapan. Menurutnya, kombinasi itu menjadi kunci keberhasilan agenda reformasi pertanian.
Lebih jauh, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai akan mengangkat kesejahteraan petani dengan menyerap hasil produksi lokal.
“MBG selain mencetak generasi emas, juga membuka pasar bagi produk pertanian seperti sayur, telur, dan daging. HKTI siap jadi garda terdepan mendukung program ini,” tutup Fadli.
(*/Asn)
Komentar