Seputar Publik / Nusantara

Wamendagri Bima Arya Sebut Kepemimpinan Adalah Pilihan Sekaligus Amanah

Ditekankan pemimpin harus punya Integritas dan Kompetensi
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto  saat Memberikan Kuliah Umum Di  IPDN Sulut. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat Memberikan Kuliah Umum Di IPDN Sulut.

Kedua, seni. Menurutnya, kepemimpinan adalah seni menyeimbangkan ketegasan dan kelembutan. Ibarat memegang burung, bila dipegang terlalu erat burung bisa mati, tapi bila terlalu longgar burung justru akan terbang. Karena itu, seorang pemimpin harus piawai menyeimbangkan keduanya agar bawahannya tetap memiliki ruang untuk berkembang.

"Ada waktunya kita santai bersama kepala dinas, ketawa-ketawa, nyanyi-nyanyi, tapi ada waktunya saya keras pada kepala dinas kalau enggak benar ketika bekerja," tegasnya.

Ketiga, intuisi. Hal ini, kata Bima, menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin. Menurutnya, intuisi tidak diajarkan di kelas atau buku, melainkan terasah melalui pengalaman.

"Because leaders are those who know the way, who show the way, who lead the way. Tahu ujungnya di mana, kemudian caranya seperti apa, dan dia harus pimpin itu," tambahnya.

Terakhir, Bima kembali menekankan bahwa integritas, disiplin, dan konsistensi adalah pilar utama kepemimpinan. Tanpa ketiganya, seseorang bisa mencapai puncak dengan cepat, tetapi juga dapat jatuh dalam sekejap.

"From zero to hero to zero again. Anda bisa dengan susah payah mengasah kompetensi, bergerak cepat untuk naik ke puncak, tapi kalau tidak punya integritas, disiplin, dan konsistensi, Anda akan jatuh," tandasnya. 

(*/rndy).


Tulis Komentar

Komentar