Seputar Publik / Berita

TPPO Harus Dicegah dari Hulu, Mahfudz Abdurahman: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

Anggota Komisi I DPR RI mendorong penguatan edukasi, literasi digital, pengawasan, dan sinergi lintas sektor untuk mencegah perdagangan orang sejak dari proses perekrutan.
Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurahman mendorong pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) diperkuat sejak dari hulu melalui edukasi, literasi masyarakat, pengawasan, dan sinergi lintas sektor. Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurahman mendorong pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) diperkuat sejak dari hulu melalui edukasi, literasi masyarakat, pengawasan, dan sinergi lintas sektor.

> “TPPO ini bukan hanya persoalan penindakan terhadap pelaku, tetapi bagaimana kita mencegah masyarakat menjadi korban. Edukasi dan literasi kepada masyarakat harus diperkuat, sehingga mereka bisa mengenali modus-modus perdagangan orang sejak awal,” ujar Mahfudz.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital di satu sisi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dan peluang pekerjaan. Namun, di sisi lain, ruang digital juga berpotensi dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari dan menjaring korban.

Karena itu, Mahfudz mendorong masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan maupun kesempatan memperoleh penghasilan yang disebarkan melalui platform digital, terutama apabila informasi serta legalitasnya tidak jelas.

> “Jangan sampai teknologi justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari korban. Masyarakat harus lebih kritis dan memastikan informasi yang diterima sebelum mengambil keputusan, terutama menyangkut tawaran pekerjaan di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Tulis Komentar

Komentar