“Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji,” katanya.
Ia meyakini pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga ketika kelak mereka memegang amanah sebagai pemimpin di berbagai tingkatan. Kebersamaan dengan masyarakat yang tengah bangkit dari bencana, lanjutnya, menjadi modal penting saat mereka memimpin di masa mendatang.
“Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian,” tegasnya.
Bima juga mengungkapkan bahwa pengiriman praja ke Aceh Tamiang belum berakhir. Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, akan dilakukan pemberangkatan Praja IPDN Gelombang III untuk melanjutkan proses pemulihan.
Dalam kesempatan tersebut, Bima menyampaikan apresiasi kepada Lion Air atas dukungan corporate social responsibility (CSR) berupa fasilitasi pemberangkatan dua gelombang praja IPDN melalui jalur udara. Kolaborasi tersebut dinilai memberikan dampak nyata terhadap pemulihan pelayanan publik pascabencana.
“Dalam waktu 67 hari kita bisa melihat bagaimana Aceh Tamiang berubah wajah dan denyut kesehariannya. Kantor pemerintahan kembali buka untuk melayani publik, roda perekonomian kembali bergerak, dan warga kembali lalu-lalang,” tandasnya.
Sebagai informasi, dari dua gelombang penugasan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengerahkan 1.890 personel ke Aceh Tamiang, terdiri dari 1.582 praja IPDN dan sisanya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri. Selama bertugas, mereka berhasil membersihkan serta memulihkan 37 kantor pemerintahan. Khusus Gelombang II, penugasan difokuskan pada pemulihan empat dusun yang terdampak lumpur.
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Rektor IPDN Bidang Administrasi Arief M. Edie, Wakil Rektor IPDN Bidang Hukum, Kerja Sama, dan Kepegawaian Bernhard Rondonuwu, Direktur Produksi Lion Air Rachmat Diansyah Putra, serta Direktur Operasi Lion Air Dennis Tertian. (red)*
Komentar