Program Perlindungan Sosial adalah usaha pemerintah untuk memberikan jaminan sosial kepada masyarakat, terutama mereka yang rentan terhadap risiko sosial seperti kemiskinan, penyakit, dan pengangguran. Kita ingat kembali beberapa tahun silam ketika covid-19 melanda seluruh negeri. Ketika masyarakat rentan terdampak oleh pukulan covid-19, APBN tampil sebagai instrumen countercyclical untuk memberi stimulus ekonomi dengan mengambil kebijakan pemberian insentif pajak bagi karyawan dan pengusaha, Kartu Prakerja bagi yang belum bekerja atau kehilangan pekerjaan karena pandemi, diskon listrik bagi pelanggan golongan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA, subsidi kuota belajar 38,1 juta siswa dan tenaga pendidik, Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT Subsidi Gaji bagi pekerja yang terdampak pandemi Covid-19, Bansos Tunai, Kartu Sembako dan Beras Bulog.
Seputar Publik / Keuangan
Efek Pajak bagi Rakyat, Benarkah APBN Berdampak Nyata?
Pajak menjadi tulang punggung APBN 2026 dengan kontribusi 77,6 persen. Mulai dari subsidi energi, perlindungan sosial, KUR, hingga pembangunan infrastruktur disebut menjadi manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Pajak menjadi sumber utama APBN 2026 yang mendukung subsidi energi, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga program perlindungan masyarakat.(Foto Ilustrasi).
Tulis Komentar
Berita Terkait
Baca Juga
Lainnya
Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Jadi Ketua dan Wakil Ketua Pembina DPK IKAPTK Kota Bekasi
Wawali Bobihoe Hadiri Pengukuhan Kepala BI Jawa Barat Yang Baru
BPBD Kota Bekasi Gelar Apel Penutupan Posko Kolaborasi Idul Fitri 1446 H/2025 M
Luar Biasa !!! " Telur Asin Hasil Program Warga Binaan, Jadi Hidangan Ekstra Temani Berbuka Di Lapas Pati.
Sempat Amblas, Jembatan 0 Rawalumbu Rampung Diperbaiki, Kini Sudah Aman Dilalui
SDN Malabar II, Sekolah Rakyat Tertua di Jawa Barat yang Tetap Terawat di Kawasan PTPN
Aturan TNI Aktif Duduki Jabatan Sipil Kembali Diuji di MK
Komentar