Ia menambahkan, integrasi data yang kuat akan mempercepat proses pengambilan keputusan dan mengurangi ketergantungan pada metode manual, terutama di sektor logistik yang dinamis dan melibatkan banyak unit operasional.
Dari sisi skala bisnis, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengungkapkan bahwa digitalisasi logistik dan pergudangan menjadi kebutuhan strategis seiring besarnya nilai aset dan komoditas yang dikelola perusahaan setiap hari.
> “Setiap hari PalmCo mengelola pengangkutan sekitar 13.000 ton komoditas dengan kurang lebih 900 unit truk. Nilai barang yang bergerak mencapai Rp140 miliar per hari atau setara Rp40 triliun per tahun. Di sisi lain, stok yang kami kelola di 248 gudang di berbagai wilayah juga bernilai sangat besar,” jelas Ugun.
Menurutnya, tanpa sistem digital yang terintegrasi, pengawasan logistik dan persediaan sangat bergantung pada proses manual yang berisiko menimbulkan inefisiensi, penyusutan, serta lemahnya akuntabilitas.
Komentar