Seputar Publik / Berita

Polemik Buku Memburu Muhammad, MUI Desak Polda Metro Usut Aktor di Balik Penulisan, Feby Beri Penjelasan

Polda Metro Jaya masih mendalami informasi terkait dugaan unsur penistaan agama, sementara Feby Indirani menjelaskan konteks karya dan menyebutnya sebagai karya fiksi yang lahir dari pengalaman serta refleksi sebagai Muslim.
Polemik buku Memburu Muhammad karya Feby Indirani mendapat perhatian MUI dan Polda Metro Jaya. Polisi masih melakukan pendalaman, sementara penulis memberikan penjelasan mengenai konteks dan maksud karyanya. Polemik buku Memburu Muhammad karya Feby Indirani mendapat perhatian MUI dan Polda Metro Jaya. Polisi masih melakukan pendalaman, sementara penulis memberikan penjelasan mengenai konteks dan maksud karyanya.

Polemik tersebut sebelumnya juga berkembang setelah agenda diskusi mengenai Memburu Muhammad dalam rangkaian Pekan Sastra Bogor 2026 dibatalkan. Pembatalan tersebut terjadi setelah muncul penolakan dan informasi mengenai ancaman pengerahan massa.

Di tengah proses pendalaman kepolisian, Feby Indirani kemudian memberikan penjelasan mengenai latar belakang dan konteks karya yang ditulisnya.

Feby: Karya Lahir dari Pengalaman sebagai Muslim

Feby menegaskan bahwa Memburu Muhammad dan Bukan Perawan Maria merupakan karya fiksi yang lahir dari pengalaman, pengamatan, serta refleksinya terhadap kehidupan umat Muslim di Indonesia.

Ia mengatakan dirinya lahir dan tumbuh sebagai seorang Muslim. Menurut Feby, proses kreatifnya tidak dapat dilepaskan dari tradisi, khazanah, serta keragaman tafsir dalam dunia Islam.

“Saya lahir dan tumbuh sebagai seorang Muslim. Perjalanan kepenulisan saya berakar kuat pada tradisi, kekayaan khazanah, serta keragaman tafsir dalam dunia Islam,” kata Feby saat memberikan penjelasan pada Senin (28/9/2026).

Tulis Komentar

Komentar