Seputar Publik / Opini

Ketika Alam Bergerak, Indonesia Perlu Berhenti Sejenak: Teguran, Peringatan, atau Cermin bagi Para Pemimpin?

Oleh : Rendy Herdiana
Rangkaian bencana dan aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia menjadi momentum bagi bangsa untuk memperkuat mitigasi, memperbaiki tata kelola, serta melakukan introspeksi terhadap arah kehidupan berbangsa dan bernegara.(Foto Ilustrasi). Rangkaian bencana dan aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia menjadi momentum bagi bangsa untuk memperkuat mitigasi, memperbaiki tata kelola, serta melakukan introspeksi terhadap arah kehidupan berbangsa dan bernegara.(Foto Ilustrasi).

Ada beberapa langkah yang harus menjadi perhatian bersama.

Pertama, memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Pembangunan harus berbasis kajian risiko dan tidak mengabaikan daya dukung lingkungan.

Kedua, memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Anggaran penanggulangan bencana harus dikelola secara terbuka agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketiga, memastikan hukum bekerja secara adil. Penegakan hukum harus bebas dari kepentingan politik dan tidak boleh membedakan masyarakat berdasarkan kekuasaan maupun status sosial.

Keempat, membuka ruang kritik publik. Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang kebal kritik, melainkan pemerintah yang mampu menerima kritik dan mengubahnya menjadi perbaikan.

Kelima, membangun kolaborasi. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, relawan dan media harus menjadi satu kekuatan dalam membangun Indonesia yang tangguh menghadapi bencana.

Mungkin Bukan Alam yang Sedang Menegur Kita

Tulis Komentar

Komentar