Seputar Publik / Berita

Dugaan Perambahan 450 Hektare Hutan Eks PT Sumatera Silva Lestari Disorot, Saksi Sebut Ada Pihak yang Menggerakkan Massa

Perambahan kawasan hutan eks PBPH PT Sumatera Silva Lestari di Padang Lawas disebut mencapai sekitar 450 hektare. Saksi dan pemerhati lingkungan meminta aparat menelusuri pihak yang diduga menggerakkan massa, memastikan status hukum kawasan, serta memberikan perlindungan kepada saksi.
Kawasan hutan eks PBPH PT Sumatera Silva Lestari di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, menjadi sorotan menyusul dugaan pembakaran dan perambahan yang disebut mencapai sekitar 450 hektare. Pemerhati lingkungan mendesak pengusutan menyeluruh dan kepastian status hukum kawasan. Kawasan hutan eks PBPH PT Sumatera Silva Lestari di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, menjadi sorotan menyusul dugaan pembakaran dan perambahan yang disebut mencapai sekitar 450 hektare. Pemerhati lingkungan mendesak pengusutan menyeluruh dan kepastian status hukum kawasan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian jurnalistik untuk menjaga privasi dan mengurangi potensi risiko terhadap keselamatan narasumber.

Keterangan para saksi disampaikan untuk kepentingan informasi publik dan diharapkan dapat menjadi bahan bagi aparat berwenang dalam melakukan penelusuran lebih lanjut.

Redaksi juga membuka ruang komunikasi dengan pihak terkait serta mendorong agar setiap saksi yang merasa menghadapi ancaman atau intimidasi dapat memperoleh perlindungan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Status Kawasan dan Putusan PTUN Perlu Diperjelas

Di sisi lain, terdapat persoalan hukum mengenai status areal eks PT Sumatera Silva Lestari. Dalam informasi yang diterima redaksi, perusahaan tersebut disebut telah memperoleh putusan dalam sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dengan nomor perkara 293/G/2026/PTUN.JKT.

Putusan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati dalam memahami status dan penguasaan kawasan yang kini menjadi sorotan.

Tulis Komentar

Komentar