“Ha... ha... ha...”
Sampai akhirnya—
“HAHAHAHA!”
Tawa itu memenuhi ruangan putih.
Aku tertawa semakin keras.
Semakin liar.
“Kenapa kau tertawa?” geram pria paruh baya itu.
“Aku tertawa karena kalian benar!”
Aku menatap mereka.
“Aku kalah! Aku hanyalah pion bodoh yang mengamuk karena kekalahannya sendiri!”
Aku menarik napas.
“Kalian tahu apa bagian yang paling lucu?”
Aku menatap mereka.
“Setidaknya ketika aku melakukan semua itu, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa hidup.”
Tawaku perlahan mereda.
“Kalian bisa merampas kebebasanku. Tapi kalian tidak akan pernah mengubah fakta bahwa akulah yang menghancurkannya.”
Kedua sosok itu terdiam.
Komentar