Seputar Publik / Opini

Tuksa: Ruang Putih, Kehampaan Manusia, dan Perjalanan Menuju Batas Kewarasan

Karya: Lionel Jaden Huang, Kelas XI IPS — sebuah refleksi filosofis tentang kebebasan, absurditas kehidupan, pemberontakan, dan manusia yang berhadapan dengan kehampaan dirinya sendiri.
“Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.” “Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.”

Bening.

Jernih.

Namun semakin lama kupandang, semakin aku merasa benda itu menyerupai hidupku.

Terkemas rapi.

Tampak berguna.

Terlihat bersih.

Namun di dalamnya tidak ada apa-apa selain kehampaan yang sewaktu-waktu dapat membuatku tersedak.

Entah mengapa, berbagai pikiran gelap mulai merayap di kepalaku.

Aku tidak lagi peduli apakah suatu hari nanti aku akan keluar dari ruangan ini dalam keadaan masih bernapas atau tidak.

Yang kuinginkan hanya ketenangan.

Bahkan jika untuk mendapatkannya aku harus hancur sepenuhnya di dalam kehampaan ini.

Apakah dunia benar-benar seabsurd itu?

Pertanyaan tersebut berdengung di kepalaku yang terasa hampir pecah.

Apakah seluruh kehidupan di luar sana—segala perjuangan, keringat, ambisi, dan perlombaan tanpa akhir—hanyalah lelucon besar yang diciptakan semesta untuk mencemooh manusia?

Tulis Komentar

Komentar