Bening.
Jernih.
Namun semakin lama kupandang, semakin aku merasa benda itu menyerupai hidupku.
Terkemas rapi.
Tampak berguna.
Terlihat bersih.
Namun di dalamnya tidak ada apa-apa selain kehampaan yang sewaktu-waktu dapat membuatku tersedak.
Entah mengapa, berbagai pikiran gelap mulai merayap di kepalaku.
Aku tidak lagi peduli apakah suatu hari nanti aku akan keluar dari ruangan ini dalam keadaan masih bernapas atau tidak.
Yang kuinginkan hanya ketenangan.
Bahkan jika untuk mendapatkannya aku harus hancur sepenuhnya di dalam kehampaan ini.
Apakah dunia benar-benar seabsurd itu?
Pertanyaan tersebut berdengung di kepalaku yang terasa hampir pecah.
Apakah seluruh kehidupan di luar sana—segala perjuangan, keringat, ambisi, dan perlombaan tanpa akhir—hanyalah lelucon besar yang diciptakan semesta untuk mencemooh manusia?
Komentar