Seputar Publik / Opini

Tuksa: Ruang Putih, Kehampaan Manusia, dan Perjalanan Menuju Batas Kewarasan

Karya: Lionel Jaden Huang, Kelas XI IPS — sebuah refleksi filosofis tentang kebebasan, absurditas kehidupan, pemberontakan, dan manusia yang berhadapan dengan kehampaan dirinya sendiri.
“Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.” “Ketika ruang putih kehilangan warna, manusia dipaksa berhadapan dengan satu hal yang paling sulit dilawan: kehampaan di dalam dirinya sendiri.”

Setiap langkah terasa berat.

Namun aku tetap berjalan.

Karena dalam dunia absurd ini, seorang budak seolah tidak mempunyai pilihan selain berjalan menuju majikannya sendiri.

“Lukyan,” katanya tanpa mengangkat kepala dari layar komputer.

“Ya, Pak?”

Aku berusaha membuat suara tetap tenang.

Kabanov akhirnya menatapku.

Ia melempar map hitam itu ke lantai.

Kertas-kertas berhamburan.

“Ini sampah, Lukyan!”

Suara bentakannya memenuhi ruangan.

Beberapa rekan menundukkan kepala.

Pura-pura tidak melihat.

Pura-pura tidak mendengar.

Pura-pura tidak peduli.

“Angka-angka ini tidak ada gunanya! Perusahaan ini tidak membutuhkan orang yang bekerja setengah mati tetapi tidak menghasilkan apa-apa!”

Kata-kata itu bukan lagi teguran.

Tulis Komentar

Komentar